Sabtu, 23 Mei 2009 19:16 WIB Feature,Solo Share :

Puluhan peta berusia seratusan tahun ditemukan

Solo (Espos)–Puluhan peta kuno yang berusia seratusan tahun lebih milik Museum Radya Pusataka, Solo kembali ditemukan. Peta tersebut ditemukan di sebuah ruangan belakang Museum Radya Pustaka dalam kondisi teronggok memprihatinkan dan tak terawat.

Ketua Komite Museum Radya Pustaka, Winarso Kalinggo menjelaskan, pihaknya menemukan peta kuno tersebut tanpa sengaja saat membersihkan ruangan di bagian belakang museum beberapa hari lalu. Setelah mengetahui ternyata peta tersebut adalah peta kuno yang selama ini belum masuk daftar inventaris benda cagar budaya milik Museum Radya Pusataka, maka pihaknya segera berkoordinir dengan Dinas Pariwisata Provinsi Jawa Tengah.

Koordinasi tersebut, kata Kaliggo, untuk memastikan dan memberikan perlindungan serta perawatan atas aset bangsa yang bernilai tinggi tersebut.

“Rencananya, dalam waktu dekat ini, Dinas Pariwisata Provinsi Jateng akan melakukan laminating khusus atas peta kuno ini. Semua biayanya ditangung mereka,” terangnya kepada wartawan dalam jumpa pers yang digelar di museum setempat, Sabtu (23/5).

Lebih jauh Kalinggo menjelaskan, saat ini dari puluhan peta kuno yang telah ditemukan itu, baru ada enam peta yang sudah teridentifikasi. Enam peta itu ialah peta wilayah kekuasaan Keraton Kasunanan Surakarta, peta Kekuasan Kerajaan Kartasura, peta kekuasaan Kerajaan Pajang, peta kekuasaan Kerajaan Pleret, peta kekuasaan Kasepuhan Cirebon, serta peta wilayah Kota Solo.
“Sedangkan puluhan peta lainnya masih belum teridentifikasi. Semua masih teronggok di gudang dan belum kami buka satu demi satu untuk memastikan peta apa sajakah itu,” paparnya.

Sementara itu, kondisi peta itu sendiri masih terbaca dengan jelas tulisan ejaan latin kuno yang tertera meski kertas telah usang termakan usia. Dalam salah satu peta tersebut masih jelas tertulis tahun pembuatannya yakni 12 Desemnber 1903 oleh Darso. Untuk peta Kota Solo sendiri, yang tertera dengan jelas ialah sejumlah wilayah pusat kerajaan dan tempat-tempat penting Keraton Kasunanan Surakarta.

Hal itu, menurut Kalinggo, selain karena faktor kondisi wilayah saat itu yang masih belum padat, juga kemungkinan ada alasan lainnya semata untuk kepentingan keraton.

“Makanya yang digambar secara detil ialah wilayah yang menjadi pusat-pusat kekuasaan keraton. Sementara kekuasaan Mangkunegara tak digambar detil,” paparnya.

Wakil Ketua Komite Radya Pusataka, Sanjoto menambahkan, pihaknya akan melakukan penelusuran lebih jauh lagi atas koleksi bersejarah tinggi lainnya milik Museum Radya Pustaka. Pasalnya, kondisi museum yang tak terawat dan terjaga selama ini menjadi salah satu penyebab hilangnya sejumlah koleksi Museum Radya Pusataka.

asa

lowongan pekerjaan
Kepala Produksi mebel, Drafter, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Leave a Reply


Iklan Cespleng
  • MOBIL DIJUAL JL CPT Taft GT4x4’94,Body Kaleng,Ori,Asli KLATEN:081391294151 (A00593092017) DP Mura…
  • LOWONGAN CARI PTIMER 2-4 Jam/Hari Sbg Konsltn&SPV Bid.Kshtn All Bckgrnd Smua Jursn.Hub:0811.26…
  • RUMAH DIJUAL Jual TNH&BGN HM 200m2,LD:8m,Strategis,Makamhaji,H:08179455608 (A00280092017) RMH LT13…
Lihat Semua Iklan baris!

Kolom

GAGASAN
Komunisme dan Logika Kita

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (23/9/2017). Esai ini karya Lukmono Suryo Nagoro, seorang editor buku yang tinggal di Kota Solo. Alamat e-mail penulis adalah lukmono.sn@gmail.com. Solopos.com, SOLO — Mungkin kita pernah membaca pernyataan bahwa adanya kemiskinan dan ketimpangan ekonomi…