Sabtu, 23 Mei 2009 20:03 WIB News,Feature Share :

Pascatragedi Hercules, TNI akan konsolidasi Alutsista

Balikpapan–Tentara Nasional Indonesia (TNI) akan segera melakukan konsolidasi ke dalam khusus terkait alat utama sistem persenjataan (alutista). Konsolidasi ini diperlukan menyusul terakhir terjadi musibah jatuhnya pesawat Hercules A-1325 TNI AU di Magetan.

“TNI segera melakukan konsolidasi,” kata Panglima TNI Jenderal Djoko Santoso di Bandara Sepinggan, Balikpapan, Kalimantan Timur, Sabtu (23/5).

Djoko Santoso berada di Balikpapan untuk mengunjungi Pusat Latihan Pertempuran Darat (Puslatpurad) di Kawasan Amburawang, Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur. Selain itu juga melantik Pengurus Persatuan Bulu Tangkis Indonesia (PBSI) Kaltim di Balikpapan.

Pernyataan Panglima TNI Djoko Santoso tersebut menanggapi apa yang segera dilakukan oleh TNI terkait dengan beruntun yang musibah yang menimpa beberapa pesawat milik TNI AU sejak Januari 2009 , termasuk yang terakhir jatuhnya pesawat Hercules di Magetan.

Sejumlah pihak juga menyoroti tentang keadaan alutista yang dimiliki TNI sekarang. Namun, Jenderal Djoko Santoso tidak bersedia menjelaskan lebih lanjut konsolidasi apa saja yang akan dilakukan terkait alutista, baik itu menyangkut kondisinya, anggarannya, operasional maupun perawatannya.

Ia beralasan, alutista itu adalah rahasia militer. Oleh karena itu, tidak bisa banyak memberikan menggambarkan kekuatan alutista yang dimiliki TNI untuk dipublikasikan. Karena itu rahasia militer, lanjutnya, maka itu juga menjadi rahasia negara. Kalau itu dipublikasikan secara terbuka, nantinya akan melebar ke mana-mana. Yang terbaik dilakukan TNI adalah konsolidasi.

kompas/fid

LOWONGAN PEKERJAAN
Tegar Transport Hotel Paragon Solo, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Elite Oligarki dalam Demokrasi

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Rabu (6/12/2017). Esai ini karya Lukmono Suryo Nagoro, editor buku yang tinggal di Kota Solo. Alamat e-mail penulis adalah lukmono.sn@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Dari manakah asal elite politik Indonesia pascareformasi ini? Sejak awal masa reformasi elite…