Jumat, 22 Mei 2009 20:06 WIB Solo Share :

Tanah hak milik sempit, warga bantaran minta direlokasi

Solo (Espos)--Sejumlah warga bantaran yang memiliki tanah bersertifikat kini beramai-ramai minta direlokasi sebagai warga penerima hibah (WPH) Pemkot Solo.  Pasalnya, mereka menilai dana WPH jauh lebih besar dan menguntungkan ketimbang nilai jual tanah bersertifikat mereka yang berukuran sempit di bawah 40 meter persegi.

Sejumlah sumber Espos yang enggan disebutkan namanya mengungkapkan, saat ini warga yang menuntut agar dicatat sebagai WPH antara lain warga yang berada di RT 02/ RW I Kelurahan Sewu, Jebres. Mereka antara lain Kemul, Susanto, Yahya, dan Warto. Keempat warga tersebut adalah warga yang memiliki tanah bersertifikat namun lantaran tanah yang mereka miliki sempit, maka mereka meminta diikutkan relokasi tanah negara atau WPH.

Angka tersebut, kemungkinan besar akan terus membengkak mengingat hingga saat ini proses verifikasi belum selesai. “Dulu mereka adalah warga yang paling getol menolak relokasi. Namun, setelah tahu ganti rugi yang diterima mencapai Rp 21 juta, maka mereka beralih jalur dan minta direlokasi ikut tanah negara,” paparnya.

Dia juga mengungkapkan, warga RT 02/ RW I tersebut sudah mendapatkan tanah relokasi di kawasan Mipitan Mojosongo yang dipakai sebagai bukti syarat pencairan dana relokasi.

Sementara itu, hingga kini sebanyak 23 WPH Kelurahan Sewu sudah siap direlokasi. Namun, terkait warga yang memiliki tanah sertifikat dan minta direlokasi sebagai warga tanah negara masih belum diputuskan.

Pengurus Pokja Kelurahan Sewu, Hadi Sutrisno saat dikonfirmasi hal tersebut membenarkan adanya warga bersertifikat yang minta direlokasi sebagai warga tanah negara. Namun, hingga kini permintaan tersebut masih belum disepakati lantaran masih menanti proses verifikasi.

asa

lowongan pekerjaan
AYAM BAKAR KQ 5, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Intelek Banal Kampus Milenial

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (9/12/2107). Esai ini karya Adi Putra Surya Wardhana, alumnus Program Studi Ilmu Sejarah Fakultas Ilmu Budaya Universitas Sebelas Maret. Alamat e-mail penulis adalah adiputra.48697@gmail.com. Solopos.com, SOLO — Beberapa waktu lalu beberapa kawan yang menempuh…