Jumat, 22 Mei 2009 15:40 WIB Feature,Boyolali,Hukum Share :

Siswa SMP dibunuh tetangga sendiri

Boyolali (Espos)–Warga Kampung Belakan, Keluarahan Siswodipuran, Kecamatan Boyolali Kota, Jumat (22/5) pagi digegerkan atas temuan kuburan korban pembunuhan yang dilakukan oleh warga setempat. Prakas Agung Nugroho, 28, diduga membunuh tetanganya sendiri, Gilang Setiawan, 15, pada Selasa (19/5) malam dan dikubur di samping rumah kontrakannya di RT 03/RW I Belakan.

Diduga sebelum dikubur, korban sempat diberi minuman keras yang sudah dicampur oleh racun jenis apotas. Tak hanya sampai disitu, setelah korban tak sadarkan diri akibat menenggak Miras, tersangka menutup kepala korban dengan kain dan memukulnya dengan bagian belakang pacul.

Belum dipastikan apakah korban sudah meninggal atau belum saat itu, tersangka kemudian menguburnya di samping rumah milik Harun, warga kampung Pusung, Kelurahan Banaran yang dikontrak tersangka.

Sejak Jumat pagi, seratusan warga Kampung Belakan telah memadati rumah kontrakan tersangka yang sudah diamankan Polres Boyolali dengan memasang police line (garis polisi). Sebagian warga yang penasaran memaksa menerobos garis polisi untuk melihat lebih dekat lokasi kuburan korban yang hingga pukul 12.00 WIB belum dibongkar. Sementara tersangka sejak Jumat dini hari sudah ditangkap dan diperiksa penyidik kepolisian.

Menurut informasi dihimpun dari sejumlah sumber, peristiwa itu terungkap setelah polisi menerima laporan warga ada sepeda motor dibakar di areal persawahan di Kampung Mulyosari, Kelurahan Pengging, Boyolali Kota, Jumat dini hari.

Polisi kemudian mengecek ke tempat kejadian perkara. Sepeda motor itu teridentifikasi jenis bebek, yakni Honda Karisma.

Salah satu anggota Satlantas Polres Boyolali yang merupakan paman korban mengenali sepeda motor tersebut milik keponakannya yang dilaporkan hilang sejak Selasa . Setelah dikembangkan, akhirnya polisi berhasil menangkap tersangka di rumah kontrakannya.

Dari pengakuan tersangka, diketahui korban yang masih duduk di bangku kelas XVI SMPN 6 Boyolali ini telah meninggal dunia dan dikubur di samping rumah.

Kapolres Boyolali, AKBP Agus Suryo Nugroho, saat ditemui wartawan di lokasi kejadian belum berkomentar banyak, menunggu pembongkaran kuburan dan pemeriksaan tersangka. Namun dugaan sementara dari motif pembunuhan tersebut, jelas dia, adalah tersangka ingin memiliki sepeda motor korban.

kha

LOWONGAN PEKERJAAN
Bagian Legal, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Hantu Komunisme Masih Menakutkan Anda?

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (4/12/2017). Esai ini karya Ahmad Djauhar, Ketua Dewan Redaksi Harian Solopos dan Wakil Ketua Dewan Pers. Alamat e-mail penulis adalah eljeha@gmail.com. Solopos.com, SOLO–”Communism? Nyet… nyet… nyet…[Komunisme? Tidak… tidak… tidak…].” Begitulah komentar orang Rusia…