Jumat, 22 Mei 2009 17:02 WIB Hukum Share :

Polisi selidiki gudang penyimpanan ratusan motor

Solo (Espos)–Aparat Poltabes Solo melakukan penyelidikan terkait keberadaan sebuah gudang tempat penyimpanan ratusan sepeda motor di Jl Cokro Baskoro II, Tipes, Serengan, Solo. Diketahui, gudang sepeda motor tersebut milik salah satu dealer sepeda motor di Solo.
Polisi juga telah mendatangi gudang tersebut, Selasa (19/5) lalu. Kapoltabes Solo Kombes Pol Joko Irwanto melalui Kasatreskrim Kompol Suharyanto menjelaskan, penyelidikan tersebut dilakukan setelah ada informasi dari masyarakat.

“Ada informasi jika di gudang tersebut sering keluar masuk sepeda motor. Makanya kami melakukan penyelidikan,” ungkap Suharyanto kepada wartawan di Mapoltabes Solo, Jumat (22/5) lalu.

Dia menyatakan, pihaknya telah meminta keterangan dari penjaga gudang terkait keberadaan ratusan sepeda motor tersebut. Dia menambahkan, dari keterangan yang ada, sebagian besar kendaraan tersebut merupakan motor yang ditarik oleh pihak dealer karena kredit macet.

Diketahui, dealer yang memiliki gudang tersebut mempergunakan tempat itu untuk menampung sepeda motor dan memperbaikinya. Sepeda motor yang ada kemudian akan dijual kembali.

“Sebagian besar sepeda motor kredit macet di Soloraya. Karena jaringannya dealer itu banyak, ya akhirnya dikumpulkan di tempat itu,” kata Suharyanto.

Saat disinggung mengenai kemungkinan adanya sepeda motor bodong atau hasil kejahatan, dia mengatakan, dari penyelidikan saat ini belum ditemukan adanya sepeda motor seperti itu. Bahkan, kata dia, pihak dealer juga menunjukkan surat resmi kendaraan yang ada.
Namun, Suharyanto menegaskan, pihaknya tetap melakukan penyelidikan terkait masalah tersebut.

dni

LOWONGAN PEKERJAAN
Bagian Legal, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Hantu Komunisme Masih Menakutkan Anda?

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (4/12/2017). Esai ini karya Ahmad Djauhar, Ketua Dewan Redaksi Harian Solopos dan Wakil Ketua Dewan Pers. Alamat e-mail penulis adalah eljeha@gmail.com. Solopos.com, SOLO–”Communism? Nyet… nyet… nyet…[Komunisme? Tidak… tidak… tidak…].” Begitulah komentar orang Rusia…