Jumat, 22 Mei 2009 18:09 WIB Feature,Karanganyar Share :

Longsor hancurkan rumah warga

22lgsor3

Espos/Damar Sri Prakoso

Karanganyar (Espos)–Bencana tanah longsor kembali mengancam Kabupaten Karanganyar. Pada Jumat (22/5) dinihari, setidaknya telah terjadi longsor di empat titik di wilayah Kecamatan Jenawi. Tidak ada korban jiwa dalam musibah tersebut. Namun kerugian total ditaksir mencapai Rp 100 juta.

Keterangan yang dihimpun Espos di lokasi, longsor terjadi di empat lokasi berbeda yakni di Dusun Karangrejo, Dusun Kentangan dan Dusun Balong, yang semuanya termasuk dalam wilayah Desa Balong, serta
satu lokasi longsor lain di Desa Lempong yang berbatasan langsung dengan wilayah Jawa Timur. Longsor di beberapa tempat terpisah itu terjadi berbarengan sekitar pukul 24.00 WIB. Di Karangrejo, longsor menerjang rumah milik Parjo, 45, di wilayah RT 10/RW VI. Tidak ada yang tahu persis kejadiannya karena waktu itu semua warga tengah tertidur lelap. Sejak siang hari hujan deras juga
terus mengguyur kawasan lereng Lawu itu tanpa henti.
Sekitar pukul 24.00 WIB, dalam kondisi hujan deras, warga setempat dikejutkan dengan suara menggelegar yang berasa dari sekitar rumah Parjo. Parjo dan isterinya, Narni, 36, yang terbangun dengan suara itu kontan mengecek ke luar rumah. Pada saat itu, keduanya mendapati sebagian rumahnya sudah hancur tertimpa longsoran tanah dan talut setinggi 6 meter di samping kiri rumah.

Kejadian itu juga mengundang perhatian Supar, tetangga Parjo yang juga pemilik tanah yang longsor tersebut. Pada saat dicek, diketahui tembok rumah bagian kiri sudah ambrol dan menyisakan lubang besar yang
menganga. Beruntung, longsor tidak sampai mengenai kamar tidur mereka sekeluarga. Hanya saja, perabotan dan bala pecah yang disimpan
di lantai bawah rumah itu hancur tak tersisa. Longsor juga merusakkan kandang sapi miliknya.

“Saya kira suara menggelegar itu adalah suara meteran listrik yang korsleting. Ternyata suara itu adalah letusan tanah di samping rumah. Saya sampai gemetar saat mengetahuinya,” aku Narni.

Ditambahkan Parjo, rumah yang dihuninya bersama isteri dan dua orang anaknya itu terbagi menjadi dua lantai. Lantai bawah khusus digunakan untuk gudang, dapur dan kandang ternak. Sedangkan lantai atas untuk
ruang keluarga dan kamar tidur.

“Rumah ini sebenarnya layak huni dan bangunannya juga kuat. Tapi karena tertimpa talut dan tanah setinggi enam meter, jebol juga. Untungnya tidak sampai mengenai saya sekeluarga. Tapi saya harus menanggung rugi hingga Rp 50 juta. Saya harap pemerintah mau memberikan bantuan kepada kami,” kata Parjo.

Camat Jenawi, Mugiman, menuturkan selain di Karangrejo, tanah longsor juga terjadi di tiga lokasi lain. Salah satunya di Balong RT 03/RW III. Di tempat ini, longsor menerjang rumah Ngadimin, 48, dan merusakkan dua kamar di rumah tersebut. Kerugian ditaksir mencapai Rp
2 juta.

dsp

LOWONGAN PEKERJAAN
FORTUNA STEEL, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Solusi Kemanusiaan untuk Jerusalem

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Rabu (13/12/2017). Esai ini karya Mudhofir Abdullah, Rektor Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Surakarta. Alamat e-mail penulis adalah mudhofir1527@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Pernyataan sepihak Presiden Amerika Serikat Donald Trump atas Jerusalem sebagai ibu kota Israel yang…