Rabu, 20 Mei 2009 21:33 WIB News Share :

SBY janjikan pertumbuhan 7 persen akhir 2014

Jakarta–Bakal Capres Susilo Bambang Yudhoyono menjanjikan pertumbuhan ekonomi mencapai tujuh persen pada akhir 2014 apabila ia terpilih lagi sebagai presiden untuk periode 2009-2014. Janji itu disampaikan Yudhoyono pada acara temu capres 2009 yang digelar oleh Kamar Dagang dan Industri (Kadin) di Ballroom Gedung Jakarta Theater, Jakarta, Rabu (20/5) Angka pertumbuhan itu lebih rendah satu persen dibanding angka yang dijanjikan bakal calon presiden Jusuf Kalla, yaitu delapan persen. Kalla pada Senin 18 Mei 2009 juga menghadiri acara temu bakal capres di tempat yang sama.

Yudhoyono menjelaskan ia mematok janji angka pertumbuhan pada angka yang lebih rendah karena harus disadari saat ini dunia sedang  mengalami resesi sebagai dampak dari krisis keuangan global. “Pertama kita harus tahu dunia dalam keadaan resesi.Pada 2009, 2010, kita akan bergulat mencapai pertumbuhan tujuh persen,” ujarnya. Selain itu, Yudhoyono mengatakan ia tidak ingin kebijakan ekonominya hanya mengejar pertumbuhan semata sehingga ia tidak berani menjanjikan pertumbuhan di angka delapan atau sembilan persen, apabila bisa mencapai angka pertumbuhan dua digit.

Ia memaparkan, sumber daya yang ada di tangan pemerintah berupa APBN tidak bisa seluruhnya digunakan untuk stimulus pertumbuhan melainkan harus dibagi untuk jaringan pengaman sosial serta belanja pemerintah. “Harus ada “social safety net” (jaring pengaman sosial, red) karena bukan pertumbuhan seting-tingginya yang ingin dicapai, tetapi pertumbuhan stabil yang memberikan proteksi kepada yang lemah,” ujarnya. Yudhoyono menegaskan ia yakin pertumbuhan tujuh persen itu tercapai karena pertumbuhan kuartal pertama pada 2009 saja mencapai 4,4 persen di tengah masa krisis keuangan global.

Dalam paparan visi dan misinya, bakal capres Yudhoyono juga menjanjikan inflasi di bawah enam persen pada akhir 2014 apabila ia terpilih lagi untuk berkuasa selama lima tahun mendatang. Ia juga mengatakan masalah pengangguran dan angka kemiskinan dapat diturunkan secara sistematis selama lima tahun ke depan karena selama lima tahun masa pemerintahannya sejak 2004 angka itu sudah berhasil diturunkan. “Kita punya pengalaman lima tahun kemarin. Jika kita kelola, memilih kebijakan yang tepat, maka saya punya keyakinan tinggi ekonomi kita lima tahun ke depan lleih baik dari yang sekarang,” katanya.

Setelah sekitar 15 menit menyampaikan visi dan misinya di bidang ekonomi selama lima tahun ke depan, Yudhoyono dalam acara temu capres dimulai pukul 10.00 WIB itu mendapatkan pertanyaan dari para hadirin yang terdiri atas pengusaha anggota Kadin. Yudhoyono yang tampil sendiri tanpa cawapresnya, Boediono, berdiri di atas panggung melingkar beralas karpet merah selama acara berdurasi satu jam.  ant/fid

lowongan pekerjaan
CV MITRA RAJASA, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Intelek Banal Kampus Milenial

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (9/12/2107). Esai ini karya Adi Putra Surya Wardhana, alumnus Program Studi Ilmu Sejarah Fakultas Ilmu Budaya Universitas Sebelas Maret. Alamat e-mail penulis adalah adiputra.48697@gmail.com. Solopos.com, SOLO — Beberapa waktu lalu beberapa kawan yang menempuh…