Rabu, 20 Mei 2009 06:12 WIB News Share :

Diduga korban pembunuhan, mayat dibuang ke sumur

Diduga korban pembunuhan, mayat dibuang ke sumurSemarang (Espos)–Peristiwa pembunuhan sadis kembali terjadi di wilayah hukum Polres Semarang, Selasa (19/5).  Kali ini tindak kejahatan itu berlangsung di lingkungan Dukuh Tritis Desa Patemon Kecamatan Tengaran Kabupaten Semarang. Korban tewas adalah seorang laki-laki berusia 55-an tahun yang sampai saat ini belum diketahui identitasnya. Mayat korban kali pertama ditemukan di sebuah sumur tua di areal perkebunan kopi oleh salah satu warga setempat, Gunadi.  Diperkirakan, sebelum dibuang ke sumur yang berkedalaman sekitar enam meter, korban telah dihabisi di lokasi lain.

Hal itu berdasarkan penemuan sandal dan topi serta ceceran darah di tempat terpisah dengan jarak sekitar 500 meter dari lokasi sumur.  Kapolwiltabes Semarang, Kombes Edward Syah Pernong, kepada wartawan menegaskan pihaknya akan melacak identitas korban terlebih dulu guna mengungkap para pelaku dan motif dibalik pembunuhan itu.  “Tanda-tanda kekerasan ada, tim peyidik sudah melakukan olah TKP (tempat kejadian perkara). Tetapi karena identitas korban belum diketahui, maka proses kami sekarang adalah berupaya mencari tahu atau mengetahui siapa sesungguhnya yang bersangkutan,” ungkapnya di sela-sela meninjau TKP, didampingi Kapolres Semarang AKBP Edi Swasono.

Sementara itu Kapolres menambahkan, pihaknya akan mengumumkan dan menyebarkan sketsa wajah korban guna mempercepat pengungkapan identitas. Selain itu dia juga mengimbau warga masyarakat di Kabupaten Semarang yang merasa kehilangan anggota keluarganya untuk segera melapor ke Polres atau Polsek, atau kantor kelurahan dan kecamatan. Informasi yang dihimpun Espos di lokasi kejadian menyebutkan, korban kali pertama ditemukan Gunadi sekitar pukul 05.30 WIB ketika hendak mengambil air guna keperluan sehari-hari. Namun pada saat itu, ember yang sering digunakan untuk menimba air tiba-tiba hilang  dan dia melihat sebuah bungkusan karung besar mengapung di dalam sumur.

Hasil visum petugas medis Puskesmas Tengaran, korban tewas dengan beberapa luka parah bekas sabetan senjata tajam di bagian leher, muka, dan bahu. Selain itu diketahui tulang leher korban patah dan nadinya putus. Dibagian muka, terdapat luka melintang sepanjang sekitar 15 cm dari bibir sebelah kiri sampai di bawah mata kanan dan mengenai hidung. Mengenai ciri-ciri, korban memiliki tinggi badan 160 cm dan berambut hitam serta lurus. Pada saat ditemukan, dia mengenakan celana hitam dan kaos merah dengan merk chelsea football club. Selain itu dia juga mengenakan kaos dalam berwarna merah dan berkumis. Ratusan warga yang melihat dari dekat wajah korban sejauh ini tidak ada yang mengaku mengenali. try

LOWONGAN PEKERJAAN
SUMBER BARU LAND, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Elite Oligarki dalam Demokrasi

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Rabu (6/12/2017). Esai ini karya Lukmono Suryo Nagoro, editor buku yang tinggal di Kota Solo. Alamat e-mail penulis adalah lukmono.sn@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Dari manakah asal elite politik Indonesia pascareformasi ini? Sejak awal masa reformasi elite…