Selasa, 19 Mei 2009 18:47 WIB Boyolali Share :

Wagub
Pemda berperan aktif beri perhatian pada anak berkebutuhan khusus

Boyolali (Espos)–Wakil Gubernur Jawa Tengah, Rustriningsih, meminta pemerintah daerah berperan aktif memberikan perhatian lebih terhadap anak-anak berkebutuhan khusus.  Pasalnya, penanganan anak-anak berkebutuhan khusus tidak semata menjadi tanggung jawab pemerintah provinsi, melainkan juga menjadi tanggungan masing-masing pemerintah daerah. “Pemerintah provinsi membutuhkan peran aktif pemerintah daerah untuk mengatasi anak-anak berkebutuhan khusus,” ujarnya kepada wartawan, usai membuka Porseni dan Lomba Mata Pelajaran Siswa Pendidikan Khusus, di Asrama Haji Donohudan, Selasa (19/5).

Rustri membeberkan data, berdasarkan survei Badan Koordinasi pendidikan khusus Jawa Tengah tahun 2008, jumlah anak berkebutuhan khusus di Jateng mencapai 37.129 anak. Dari jumlah tersebut yang telah memperoleh pelayanan pendidikan 10.561 anak atau 28,44 persen. Sedangkan yang belum mendapatkan pelayanan pendidikan, kata ia, mencapai 26.568 anak atau 71,56 persen. “Ini jumlah yang baru berhasil dibukukan oleh pemerintah. Saya yakin masih banyak anak berkebutuhan khusus yang belum terdata,” katanya.

Rustri menyebutkan, langkah yang dapat dilakukan pemerintah adalah menjembatani anak-anak berkebutuhan khusus untuk mengembangkan potensi, meraih prestasi serta mengaktualisasikan diri dalam berbagai jenis keterampilan hidup, sains, teknologi, olahraga dan seni.  Dikatakannya, melalui pengembangan kemampuan, anak-anak berkebutuhan khusus akan mendapatkan kepercayaan diri dalam bersosialisasi di masyarakat.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jateng, Kunto Nugroho mengatakan, untuk membantu anak-anak berkebutuhan khusus mendapatkan pelayanan dan kesamaan dalam berbagai hal, pihaknya menjalin kemitraan dengan berbagai elemen, terutama pihak-pihak yang menaruh konsen di bidang pendidikan. dwa

lowongan pekerjaan
CV MITRA RAJASA, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Elite Oligarki dalam Demokrasi

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Rabu (6/12/2017). Esai ini karya Lukmono Suryo Nagoro, editor buku yang tinggal di Kota Solo. Alamat e-mail penulis adalah lukmono.sn@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Dari manakah asal elite politik Indonesia pascareformasi ini? Sejak awal masa reformasi elite…