Selasa, 19 Mei 2009 19:07 WIB Feature,Klaten Share :

Dam Wantil retak, suplai air ke sejumlah desa terancam

Dam Wantil retak, suplai air ke sejumlah desa terancamKlaten (Espos)–Suplai air irigasi dari Dam Wantil Sungai Pusur yang berada di Dukuh Wantilan, Desa Tlobong, Kecamatan Delanggu, ke puluhan hektare lahan pertanian beberapa desa di Kecamatan Juwiring dan Delanggu terancam tersendat pada musim kemarau 2009 menyusul retak dan bocornya saluran air yang menuju wilayah tersebut. Berdasar pantauan Espos di Dam Wantil, Tlobong, Selasa (19/5) diketahui, retak di beberapa titik dua saluran air di bagian selatan dan utara itu telah mengurangi debit air.

Bila kerusakan saluran tidak diperbaiki, diperkirakan skala keretakan saluran akan semakin membesar sehingga air yang terbuang ke sungai kembali semakin banyak.  Di sisi lain, upaya petani untuk membendung lubang saluran air yang bocor menggunakan karung berisi tanah tidak membuahkan hasil. Alasannya, arus air yang bocor dari saluran terhitung cukup deras sehingga mampu menjebol tumpukan karung berisi tanah. Menurut petani setempat, air Dam Wantil dialirkan melalui dua saluran. Saluran bagian selatan menuju lahan pertanian Desa Mrisen, Desa Jaten, Desa Sawahan dan sebagian Desa Bulurejo, Kecamatan Juwiring. Sedangkan saluran bagian utara mengairi lahan pertanian di Desa Pundungan, Juwiring juga Desa Tlobong, Delanggu.

“Umur Dam Wantil dan salurannya memang sudah tua. Bangunan tersebut dibangun pada zaman penjajahan Belanda,” ujar Kades Pundungan, Slamet Raharjo saat ditemui Espos. Dia melanjutkan, luas lahan pertanian di Pundungan yang terjangkau pengairan Dam Wantil tercatat 70 hektare. Suplai air dari Dam menurutnya sangat diandalkan oleh petani setempat dalam bercocok tanam. Guna mencegah terjadinya ambrol saluran air dar Dam, Slamet mengaku telah melaporkan kondisi tersebut kepada Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Klaten.

Namun disayangkan hingga saat ini belum ada kepastian perbaikan. “Padahal bila terjadi satu kali banjir besar di Sungai Pusur yang airnya dialirkan melalui dua saluran tersebut, saya yakin saluran justru akan ambrol atau jebol parah,” tegas Slamet. kur

lowongan pekerjaan
PT.ARUTAMA BUMI STILINDO, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Elite Oligarki dalam Demokrasi

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Rabu (6/12/2017). Esai ini karya Lukmono Suryo Nagoro, editor buku yang tinggal di Kota Solo. Alamat e-mail penulis adalah lukmono.sn@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Dari manakah asal elite politik Indonesia pascareformasi ini? Sejak awal masa reformasi elite…