Senin, 11 Mei 2009 17:28 WIB Feature Share :

Pedagang Pasar Jetis boyongan ke lokasi asal

boyongan

Puluhan pedagang Pasar Jetis menyaksikan lokasi lantai satu pasar yang telah selesai dibangun dan siap digunakan untuk berjualan, Jumat (7/5) pagi. Pedagang akhirnya boyongan ke lokasi pasar sebelumnya. Foto : Espos/Triyono

Hari Jumat (7/5), menjadi hari yang teramat membahagiakan bagi lebih dari 150-an pedagang Pasar Jetis Salatiga. Wajah-wajah mereka penuh dengan senyum dan binar-binar harapan. Hari itu, keinginan pedagang untuk boyongan dari Pasar Andong ke Pasar Jetis kini terwujud. Menurut salah seorang pedagang, Ponikem, 70, selesainya proses pembangunan lantai satu Pasar Jetis juga membuat keresahan pedagang pun ikut berakhir. Hal itu karena selama sekitar satu tahun keberadaan mereka di lokasi relokasi di Pasar Andong, situasinya sangat sepi. Akibatnya, pendapatan pedagang menurun drastis dan sebagian besar di antaranya mengalami kebangkrutan.

”Seperti halnya yang lain, saya sangat bergembira dengan selesainya pembangunan lantai dasar Pasar Jetis. Pasalnya kami segera bisa berjualan kembali seperti sedia kala seperti sebelum direlokasi. Harapannya semua segera normal dan berjalan baik, termasuk para pelanggan yang hilang, mereka mau kembali lagi.” Ponikem memaparkan, di Pasar Andong dia sama sekali tak bisa mengandalkan usaha penjualan pakaiannya untuk menopang hidup sehari-hari. Akibatnya tak jarang dirinya memilih berlibur dan tidak berjualan.

Kondisi itu jauh berbeda dengan situasi sebelumnya di Pasar Jetis. Kegembiraan serupa dikemukakan pedagang lain, Sutidjah, 55. Dikatakan penjual daging ayam ini, sebagai salah satu pedagang Pasar Jetis, bisa berjualan kembali di lokasi semula adalah kebahagiaan terbesarnya selama satu tahun terakhir. ”Rasanya terlalu lama kami menunggu. Tetapi syukurlah, sekarang benar-benar boyongan ke Jetis,” sambungnya seraya tersenyum lebar.

Sementara itu Walikota Salatiga, John Manuel Manoppo yang meresmikan langsung pembukaan kembali Pasar Jetis, meminta agar semua persoalan terkait proses revitalisasi pasar yang berlarut-larut tidak lagi diungkit-ungkit.

LOWONGAN PEKERJAAN
SUMBER BARU LAND, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Elite Oligarki dalam Demokrasi

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Rabu (6/12/2017). Esai ini karya Lukmono Suryo Nagoro, editor buku yang tinggal di Kota Solo. Alamat e-mail penulis adalah lukmono.sn@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Dari manakah asal elite politik Indonesia pascareformasi ini? Sejak awal masa reformasi elite…