Kendi hingga gunung berapi mampu memukau pengunjung
Senin, 11 Mei 2009 00:01 WIB Pendidikan Share :

Kendi hingga gunung berapi mampu memukau pengunjung

Kendi hingga gunung berapi mampu memukau pengunjung

Pengunjung mengamati beberapa karya siswa Al Azhar Syifa Budi Solo dalam kegiatan Pameran Hasil Karya Anak dan Alat Peraga Edukatif bertajuk Karyaku Untuk Bangsa, di Balai Soedjatmoko TB Gramedia Solo, Minggu (10/5). Pameran tersebut akan digelar hingga Selasa (12/5)

Beragam karya anak Play Group (PG), SD dan SMPAl Azhar Syifa Budi terpajang di Balai Soedjatmoko. Karya tersebut dibalut dalam pameran bertema Karyaku Untuk Bangsa yang berlangsung dari Kamis-Selasa (7-12/5). Di bawah bimbingan Budi Jatmiko dan Rahmat Priyadi, para murid mampu menghasilkan ratusan karya menarik yang terbuat dari beraneka bahan. Pameran itu, menghadirkan karya dengan berbagai bahan seperti krayon, kertas krayon, pensil, biji-bijian, cat minyak, kanvas, styrofoam atau gabus, anyaman bambu, kardus, tanah liat, dan lain-lain.

Pada pameran tersebut, sebagian besar peserta menampilkan berbagai lukisan dengan media yang bervariasi, mulai dari kertas krayon, kanvas, biji-bijian, maupun styrofoam. Lukisan yang paling menonjol adalah lukisan kolase biji-bijian karya play group B. Dengan bahan berbagai biji-bijian seperti, biji bunga matahari, beras merah, biji jagung, dedaunan, dan kacang hijau, mampu disulap menjadi lukisan pemandangan

alam yang menarik.

Di samping berbagai lukisan, ada pula berbagai kreasi tiga dimensi dari bahan tanah liat seperti kendi, vas bunga, gerabah, topeng, dan lain-lain. Karya-karya tersebut tampil dalam balutan berbagai warna meriah, sehingga membuat kreasi tanah liat tersebut terlihat atraktif. Tidak hanya itu, dipamerkan juga bentuk kreasi alat peraga edukatif seperti uji coba meletusnya gunung berapi. Pemeran ini cukup menggunakan peralatan seperti, miniatur gunung berapi, asam cuka, dan soda kue. Perpaduan antara soda kue dan asam cuka yang dimasukkan ke dalam lubang gunung berapi mampu menampilkan peristiwa seperti layaknya gunung meletus.

Salah satu murid SD Al Azhar Syifa Budi , Syahrani, terlihat meletakkan cairan asam cuka dan soda kue ke dalam lubang gunung. Tak lama kemudian, ia bersorak kegirangan manakala melihat keluarnya cairan

dari lubang gunung yang disertai dengan percikan-percikan kecil. ”Hore! Akhirnya gunungnya mengeluarkan lahar,” teriaknya senang. Sementara itu, perwakilan panitia, Roni Maharani mengatakan perbedaan bahan dan media dalam lukisan itu mencerminkan perbedaan tingkat kelas atau umur dari siswa.

Misal, karya siswa Play Group untuk melukis cukup menggunakan krayon, kertas, pensil, dan sebagainya. Bagi siswa SD, lebih menggunakan media kanvas, cat minyak, styrofoam, kardus, dan lain-lain. Sedangkan untuk siswa SMP menggunakan bahan tanah liat, anyaman bambu, dan lain-lain. ”Sesuai dengan tingkatan studinya, berbagai kreasi ini menampilkan kedalaman imajinasi mereka masing-masing,” tuturnya.

Oleh : Moh Khodiq Duhri

Lowongan Pekerjaan
PT. BPRS Central Syariah Utama Surakarta, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Leave a Reply


Iklan Cespleng
  • MOBIL DIJUAL TERIOS TS’2008,Mulus/Gagah R18,Comp AC Baru,Silver,125JtNego, Hub=085640166830 (A001…
  • LOWONGAN CR SALES Konveksi,Wanita,Usia 24-38Th,Gaji Pokok+Uang Makan+Bensin+Bonus.Hub:DHM 082134235…
  • RUMAH DIJUAL DIJUAL RUMAH Sederhana,Jl,Perintis Kemerdekann No.50(Utara Ps.Kabangan)L:12×7 Hub:081…
Lihat Semua Iklan baris!

Kolom

GAGASAN
Nyanyian Sunyi Ekonomi Desa

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (8/9/2017). Esai ini karya Ronny P. Sasmita, Direktur Eksekutif Econ-Act Indonesia dan anggota Staf Ahli Komite Ekonomi dan Industri Nasional. Alamat e-mail penulis adalah ronny_sasmita@yahoo.co.id. Solopos.com, SOLO — Berdasarkan data Badan Pusat Statistik, indeks…