kemul-pedut
Senin, 11 Mei 2009 22:00 WIB Feature,Issue Share :

Kemul Pedut, misteri berbalut humor

kemul-pedut

Sebagian adegan dalam pentas ketoprak dengan lakon Kemul Pedut oleh kelompok Ketoprak Ngampung Balekambang, di Taman Balekambang Solo

Pentas ketoprak yang merakyat selalu mengundang keceriaan bagi penikmatnya. Tak adanya jarak dan sekat, serta penggunaan pendekatan humor mampu membuat penonton menjadi nyaman hingga tak ingin beranjak dari kursi mereka. Dengan tampil sederhana, kelompok Ketoprak Ngampung Balekambang pun mampu mempresentasikan hiburan yang khas tersebut di hadapan pengunjung Taman Balekambang Solo, Minggu (10/5), dengan apik plus menghibur.

Mengambil kisah tentang kasus pembunuhan seorang Ndoro Bei, seorang kepala daerah yang sejajar dengan camat (sekarang), pertunjukan yang berjudul Kemul Pedut itu mengantarkan cerita yang menegangkan
namun menggunakan tampilan dialog dan adegan kocak. Bermula dari saling tuduh, antara tokoh Lurah Sanggit dan Lurah Parak, tragedi meninggalnya Ndoro Bei yang pada lehernya meninggalkan bekas luka jerat tali itu, menjadi misteri.

Namun, ketika hampir seluruh rakyat menengarai almarhum Ndoro Bei dibunuh oleh salah satu lurah itu, ketiga juru kunci makam Ndoro Bei justru menaruh curiga pada orang lain, yaitu pada isteri almarhum alias Nyi Ndoro Bei. Untuk membuktikan kebenaran itu, mereka kemudian sepakat, untuk melakukan tes atau uji coba kepada seluruh tiga tersangka.

Terbongkar
Dengan gaya slengekan, juru kunci yang bernama Bogang, Jolewo, serta Joleno mulai menyusun rencana. Tatkala Lurah Sanggit bertakziah ke makam tokoh masyarakat itu, mereka berpura-pura menjadi arwah Ndoro Bei yang sedang gentayangan. Tak disangka, misi yang semula bertujuan untuk mengungkap misteri pembunuh Ndoro Bei justru dimanfaatkan ketiganya untuk menerima fasilitas dan pelayanan yang empuk dari ketiga tersangka. Seperti, mengirim makanan dan uang ke makam tiap harinya. Hal hampir sama juga mereka lakukan pada Lurah Parak.

Rekayasa itu terbongkar, ketika salah satu juru kunci, Bogang yang berperawakan lebih subur dibanding dua rekannya itu melontarkan permintaan yang membuat orang terhenyak, yaitu minta dinikahi oleh Nyi Ndoro Bei yang cantik dan belum pernah dikarunia keturunan tersebut. Akhir cerita pementasan itu pun tak kalah menggelikan.
”Karena tak ada satu pun yang mengaku membunuh Ndoro Bei, makam Ndoro Bei kemudian dibongkar dan di situ terdapat sepucuk surat yang intinya memuat pernyataan bahwa Ndoro Bei meninggal atas keinginannya sendiri alias bunuh diri,” jelas Sutradara Pementasan, Dwi Mustanto.

Sementara, Ketua Ketoprak Ngampung Balekambang, Tatak Prihantoro mengatakan, pementasan yang diselenggarakan di areal terbuka itu merupakan pementasan kali ketiga pascarevitalisasi Taman Balekambang. Mereka berharap, hiburan ketoprak bisa mereka hadirkan di taman itu tiap bulannya.

Oleh: Hanifah Kusumastuti

lowongan pekerjaan
Bagian Umum, Bagian Administrasi, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Leave a Reply


Iklan Cespleng
  • MOBIL DIJUAL DP Murah, Angsuran Ringan! Nego sampai OKE! Yuni – 08562998806 (A00844092017) Terios…
  • LOWONGAN CARI PTIMER 2-4 Jam/Hari Sbg Konsltn&SPV Bid.Kshtn All Bckgrnd Smua Jursn.Hub:0811.26…
  • RUMAH DIJUAL Jual TNH&BGN HM 200m2,LD:8m,Strategis,Makamhaji,H:08179455608 (A00280092017) RMH STRG…
Lihat Semua Iklan baris!

Kolom

GAGASAN
Komunisme dan Logika Kita

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (23/9/2017). Esai ini karya Lukmono Suryo Nagoro, seorang editor buku yang tinggal di Kota Solo. Alamat e-mail penulis adalah lukmono.sn@gmail.com. Solopos.com, SOLO — Mungkin kita pernah membaca pernyataan bahwa adanya kemiskinan dan ketimpangan ekonomi…