Minggu, 19 April 2009 20:57 WIB Klaten Share :

Pasca-Pemilu, pengunjung umbul meningkat

Klaten (Espos)–Jumlah wisatawan atau pengunjung obyek wisata alam Umbul Ingas, Cokro, Kecamatan Tulung mengalami peningkatan berarti pasca penyelenggaraan Pemilu Legislatif (Pileg) 2009, Kamis (9/4) lalu.

Demikian disampaikan Pengelola obyek wisata Umbul Ingas, Darmadi kepada Espos, Minggu (19/4). Menurut dia, rata-rata jumlah wisatawan di Umbul Ingas pada hari libur mencapai 1.000 orang. Sedangkan pada hari biasa (bukan hari libur-red), jumlah pengunjung lebih kurang 1.00 orang per hari.

“Padahal sebelum Pemilu jumlah pengunjung pada hari libur hanya sekitar 700-an orang dan 75 orang pada hari biasa,” ujarnya.

Dia menjelaskan, guna meningkatkan pelayanan pihaknya telah mengoperasikan permainan jenis baru yakni water boom atau pelosotan air. Permainan yang cukup digemari oleh wisatawan tersebut mulai dioperasikan pada awal pekan kedua bulan April 2009. Wisatawan hanya perlu membayar Rp 5.000 pada hari libur atau Rp 3.000 pada hari biasa untuk memasuki kawasan obyek wisata Umbul Ingas.

Tiket masuk tersebut menurut Darmadi sudah termasuk harga atau biaya untuk bermain di water boom. Disinggung tentang antusiasme pengunjung dengan permainan air jenis baru itu, Darmadi cukup antusias. Pasalnya sebagian besar pengunjung cenderung ingin mencoba atau merasakan sensasi permainan water boom. “Pengadaan permainan ini merupakan bagian dari program pengembangan Umbul Ingas oleh Pemkab Klaten. Hal ini sangat bagus dan potensial dikembangkan,” imbuhnya.

Sementara pantauan Espos di Umbul Ingas menyebutkan, water boom belum rutin setiap hari dioperasikan oleh pengelola. Selain itu lingkungan sekitar permainan water boom terhitung kurang kondusif dengan minimnya pohon peneduh.

“Ya karena memang sedang dalam pengembangan. Pembenahan terus dilakukan baik untuk pembuatan permainan baru maupun penyempurnaan obyek yang sudah ada,” tegas Darmadi.

Oleh: Kurniawan

lowongan pekerjaan
CV MITRA RAJASA, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Elite Oligarki dalam Demokrasi

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Rabu (6/12/2017). Esai ini karya Lukmono Suryo Nagoro, editor buku yang tinggal di Kota Solo. Alamat e-mail penulis adalah lukmono.sn@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Dari manakah asal elite politik Indonesia pascareformasi ini? Sejak awal masa reformasi elite…