Selasa, 31 Maret 2009 16:24 WIB Wonogiri Share :

Ratusan Perdes di Wuryantoro belum terima UMK

Wonogiri (Espos)—-Selama triwulan pertama tahun ini, ratusan perangkat desa (Perdes) di Kecamatan Wuryantoro, Wonogiri belum menerima upah minimum kabupaten (UMK).

Para Perdes berharap hak mereka tersebut bisa dicairkan sebelum hari pelaksanaan pemilihan anggota legislatif (Pileg) 9 April mendatang.

Perdes di Wuryantoro tidak akan melakukan pemboikotan, namun meminta Pemkab memberikan UMK tersebut secara rutin tiap bulan. Penegasan itu disampaikan Ketua Paguyuban Perdes Wuryantoro, Suliyo.

Sedangkan Ketua DPC PPP Wonogiri, Anding Sukiman saat ditemui Espos, Senin (30/3) menilai Pemkab Wonogiri tidak menghargai para Perdes dengan pemberian UMK setiap bulannya.

“Selama tiga bulan (terakhir) ini, UMK belum cair. Sementara kewajiban tidak pernah ditinggalkan. Mestinya Pemkab tidak perlu lagi didesak-desak oleh Perdes soal pembayaran UMK, karena sudah menjadi haknya,” jelas Suliyo.

Lebih lanjut Suliyo mengatakan prinsip yang selalu dipegang para Perdes adalah kelancaran pelayanan pada masyarakat.

“Namun demikian, bagaimana jika perut lapar sedangkan pelayanan terus dijalankan. Kami harapkan, pencairan tidak sampai pada saat Pileg. Pengambil kebijakan mestinya paham akan kondisi Perdes dan ke depan keterlambatan itu meskinya tidak ada lagi.”

Langkah-langkah antisipasi, ujarnya, perlu dicari oleh pengambil kebijakan sehingga mundurnya jadwal penetapan APBD tidak lagi menjadi alasan.

Bagaimana soal tanah bengkok? Suliyo menyatakan sampai sekarang masih dikerjakan, walau petugas dari kecamatan sudah meminta penyerahan tanah bengkok tersebut. Sikap para Perdes itu, ujarnya, bukan bermaksud membangkang, namun karena belum adanya keputusan yang tegas dari Bupati Wonogiri.

Loading...

Kolom

GAGASAN
Karanganyar Makin Beradab

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (18/11/2017). Esai ini karya Imam Subkhan, Ketua RT 001/RW 019, Jaten, Karanganyar. Alamat e-mail penulis adalah imamsubkhan77@gmail.com.   Solopos.com, SOLO–Sepulang sekolah, anak mbarep saya, Nadhifa, yang sekarang duduk di kelas IV sekolah dasar di…