Senin, 30 Maret 2009 21:43 WIB Sragen Share :

Panwascam Gemolong temukan dugaan daftar pemilih fiktif

Sragen (Espos)—-Panwascam Gemolong menemukan dugaan daftar pemilih fiktif di beberapa TPS, Minggu (29/3). Jumlah pemilih fiktif di kecamatan tersebut mencapai 350-an orang.

Hingga saat ini pengecekan nama pemilih masih terus dilakukan, sehingga jumlah pemilih fiktif di kota kedua Sragen itu dimungkinkan dapat bertambah.

Menurut anggota Panwascam Gemolong, Yatno daftar dugaan pemilih fiktif itu muncul lantaran maraknya fenomena perpindahan penduduk Gemolong menuju luar daerah. Utamanya, data yang ditemukan didominasi warga Majelis Tafsir Alquran (MTA) cabang Gemolong.

“Ratusan nama yang terdaftar dalam kategori pemilih Pemilu 2009 tapi orangnya tidak berdomisili di Gemolong sering kami temukan di TPS 18, TPS 10, TPS 14, dan TPS 3. Selain itu, masih ada lagi di TPS yang lainya. Di mana, saat ini masih kami cek,” jelasnya saat ditemui wartawan di Sragen, Senin (30/3).

Menurut dia, daftar dugaan pemilih fiktif muncul lantaran sumber data yang dipakai KPU Sragen adalah data penduduk tahun 2003.

Padahal, kalau tahun tersebut disinkronkan dengan saat ini terdapat selisih enam tahun. Dengan demikian, acuan data pemilih di Gemolong dinilai tidak tepat.

“Memang setelah kami cek, datanya itu menggunakan data penduduk tahun 2003. Dapat dibayangkan, sejak saat itu kan otomatis sudah terdapat penduduk yang pindah tempat. Kalau namanya terdaftar, lantas orangnya tidak ada di tempat kan lucu,” katanya.

Sementara itu, Ketua PPK Gemolong, Sunarso mengaku belum menerima laporan secara resmi terkait terdapat sejumlah nama yang tercatat sebagai pemilih, namun pemilih itu tidak berdomisili di Gemolong. Rencananya, dalam waktu dekat pihaknya bersama-sama PPS melakukan penyisiran hingga ke tingkat warga.

Oleh: Ponco Suseno

lowongan pekerjaan
garment, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Generasi Milenial dan Politik

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Selasa (14/11/2017). Esai ini karya Lukmono Suryo Nagoro, editor buku yang tinggal di Kota Solo. Alamat e-mail penulis adalah lukmono.sn@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Baru-baru ini lembaga think tank yang bermarkas di Tanah Abang, Jakarta, Centre for…